Tutorial utama: membuat aplikasi dengan Planora
Ini adalah tutorial utama Planora. Mulai dari halaman ini setelah komputer dan starter selesai disiapkan. Kamu akan memberi arah kepada coding agent, melihat rencana aplikasi dibuat, lalu membangun satu bagian pada satu waktu sampai siap dirilis.
Jika setup belum selesai, kembali ke panduan instalasi dan setup pertama.
Sebelum mulai
Pastikan:
- folder utama Planora sudah dibuka di Antigravity atau Codex;
npm run setupsudah selesai;- aplikasi starter bisa dibuka di
http://localhost:3000; - Convex development sudah terhubung;
- kamu sudah membaca cara bekerja dengan coding agent.
Gunakan satu conversation untuk satu tugas. Buat conversation baru saat pindah dari membuat rencana ke implementasi, dari implementasi ke bug, atau dari implementasi ke E2E.
Langkah 1 — ceritakan aplikasi yang ingin kamu buat
Buka conversation baru lalu masukkan:
Tidak apa-apa jika penjelasanmu hanya beberapa kalimat. Jangan mencoba menulis istilah teknis yang tidak kamu pahami. Ceritakan masalah dan hasil yang kamu inginkan dengan bahasamu sendiri.
Contoh:
Langkah 2 — jawab pertanyaan agent
Agent akan menganalisis idemu lalu menanyakan beberapa hal. Jawab berdasarkan apa yang benar-benar kamu tahu.
Jawaban yang baik tidak harus panjang:
Kalau belum tahu, jawab seperti ini:
Agent akan membedakan informasi yang sudah pasti, asumsi sementara, keputusan, dan pertanyaan yang masih terbuka. Baca ringkasannya. Koreksi bagian yang tidak sesuai sebelum menyetujui pembuatan dokumen.
Langkah 3 — tunggu sampai paket produk selesai
Setelah arah awal disetujui, agent membuat folder product/. Kamu akan melihat
susunan kurang lebih seperti ini:
Artinya:
PRD/menyimpan apa yang akan dibuat dan hasil yang diharapkan;UI/menyimpan arah tampilan untuk aplikasi yang memiliki layar;DX/digunakan jika produk dibuat untuk developer dan tidak memiliki UI;EXECUTION/menyimpan urutan pengerjaan;TODO.mdmenjadi daftar progres yang dibaca agent.
Kamu tidak perlu membuka dan mengedit setiap file. Pastikan agent melaporkan bahwa validator Planora lulus. Kalau validator gagal, minta agent memperbaikinya sebelum mulai menulis kode.
Minta ringkasan terakhir:
Conversation pertama selesai ketika paket produk sudah lengkap, tervalidasi, dan arahnya kamu setujui.
Langkah 4 — lihat pekerjaan pertama
Buka conversation baru lalu kirim:
Agent akan membaca rencana dan memberi tahu satu pekerjaan yang bisa dimulai. Kalau ada keputusan yang masih menghalangi, jawab atau perbarui rencana terlebih dahulu.
Langkah 5 — bangun bagian pertama
Buka conversation baru lalu kirim:
Agent seharusnya melakukan empat tahap:
- Plan — menjelaskan apa yang akan dibuat, file yang mungkin berubah, risiko, test, dan kebutuhan E2E.
- Execute — menulis atau mengubah kode sesuai satu pekerjaan yang dipilih.
- Test — menjalankan pemeriksaan yang sesuai dan memperbaiki kegagalan yang masih berada dalam scope.
- Validate — membandingkan hasil dengan kriteria keberhasilan dan menyiapkan E2E jika alur browser perlu dibuktikan.
Kalau agent langsung menulis kode tanpa menunjukkan rencana, kirim:
Selama agent masih mengerjakan pekerjaan ini, jawab pertanyaannya di conversation yang sama. Error yang muncul dari proses implementasi juga harus diselesaikan agent sebelum task dinyatakan selesai.
Langkah 6 — periksa laporan pekerjaan
Jangan berhenti pada kalimat “fitur sudah dibuat”. Laporan akhir setidaknya harus menjelaskan:
- apa yang berubah;
- hasil yang sekarang bisa dilakukan pengguna;
- test yang benar-benar dijalankan dan hasilnya;
- pemeriksaan yang tidak dijalankan beserta alasannya;
- apakah E2E Required, Recommended, atau Not needed;
- blocker atau risiko yang masih tersisa.
Jika laporan test tidak ada, tanyakan:
Kamu tidak perlu menjalankan test teknis sendiri. Biarkan agent menjalankannya, lalu baca laporannya. Kamu boleh membuka aplikasi untuk menilai apakah tampilan dan hasilnya sesuai keinginanmu, tetapi validasi teknis dan E2E tetap dilakukan oleh agent.
Langkah 7 — jalankan E2E untuk perjalanan pengguna yang selesai
Setelah seluruh bagian yang membentuk satu perjalanan pengguna selesai dan laporan menunjukkan test aturan, kondisi salah, serta kasus batas sudah bersih, jalankan E2E. Hampir semua fitur yang digunakan melalui layar sebaiknya melalui E2E meskipun test sebelumnya sudah lulus.
E2E memastikan tombol, form, pesan, tampilan, perpindahan halaman, dan hasil
akhir benar-benar bekerja dari sisi pengguna. Agent akan memberikan file
instruksi di specs/e2e/. Jalankan di conversation terpisah agar pemeriksaannya
fokus.
Buka conversation baru, aktifkan browser agent, lalu kirim:
Gunakan nama file yang diberikan pada laporan agent. Agent E2E akan membuka aplikasi, menjalankan langkah sebagai pengguna, menyimpan evidence, dan memberi hasil Passed, Failed, atau Blocked. Laporan harus menyertakan screenshot atau video untuk perjalanan penting jika browser agent menyediakannya.
Kalau E2E gagal, jangan meminta agent E2E memperluas scope menjadi implementasi besar. Buka conversation baru untuk bug:
Setelah bug selesai, jalankan /e2e-tester lagi dalam conversation baru.
Langkah 8 — simpan progres yang sudah bekerja
Setelah test dan validasi yang diperlukan lulus, buat save point di Git.
Ikuti tutorial GitHub untuk menyimpan salinan secara online.
Langkah 9 — ulangi sampai versi pertama selesai
Untuk setiap pekerjaan berikutnya:
- buka conversation baru;
- jalankan
/planora-statusjika ingin melihat posisi project; - jalankan
/planora-nextuntuk satu pekerjaan berikutnya; - periksa report test;
- jalankan E2E terpisah untuk perjalanan pengguna yang sudah lengkap;
- simpan progres yang sudah stabil.
Jangan meminta agent “selesaikan semua aplikasi” dalam satu conversation. Rencana Planora memang dibuat agar aplikasi tumbuh melalui bagian kecil yang bisa diperiksa.
Jika ingin menambahkan sesuatu yang belum ada di rencana
Buka conversation baru:
Perintah ini memperbarui dokumen produk dan TODO. Setelah selesai dan validator
lulus, buka conversation baru lalu jalankan /planora-next untuk implementasi.
Jika ingin mengedit sesuatu
Gunakan /chore ketika tidak sedang menambah kemampuan baru.
Contoh lain:
Jika permintaan ternyata menambah kemampuan, agent harus menjelaskan bahwa
workflow yang tepat adalah feature atau /planora-change.
Kemampuan yang dipakai agent secara otomatis
Kamu tidak perlu memanggil semua skill satu per satu. Saat tugas membutuhkannya, agent akan menambahkan kemampuan pendukung:
- skill UI saat membuat atau mengedit tampilan, lalu melakukan UI review;
- skill motion saat interaksi memang membutuhkan animasi;
- skill Sonner saat aplikasi menggunakan notifikasi toast;
- skill Convex saat backend, data, atau authentication berubah;
- pemeriksaan Convex development setelah file backend diubah.
Jika satu keputusan tampilan belum jelas, kamu dapat memakai /prototype untuk
melihat beberapa pilihan sebelum implementasi. Jika agent membuktikan bahwa
project membutuhkan library UI baru, gunakan /pick-ui-library untuk
membandingkan pilihan; pemasangan tetap dilakukan melalui task implementasi
setelah kamu menyetujui rekomendasinya.
Jika menemukan error setelah pekerjaan selesai
Jangan melanjutkan di conversation yang membuat fitur. Buka conversation baru agar agent memulai diagnosis dengan konteks yang bersih.
Kirim screenshot jika membantu, tetapi tutupi password, token, data pribadi, dan secret.
Jika ingin mengubah arah produk
Gunakan /planora-change, bukan /chore:
Kapan aplikasi versi pertama selesai?
Gunakan:
Jika semuanya sudah siap, lanjut ke panduan deployment. Deployment tetap membutuhkan keputusan dan persetujuanmu karena aplikasi akan berpindah dari development ke production.
Kalau kamu ingin melihat contoh dari awal sampai pemeriksaan hasil, buka bab Use Case / Real Case.