Menyimpan progres ke GitHub

Git menyimpan titik riwayat di komputermu. GitHub menyimpan salinannya secara online. Anggap ini seperti membuat save point agar project lebih mudah dipulihkan.

GitHub sangat direkomendasikan, tetapi jangan memasukkan password, Client Secret, deployment key, atau file .env.local ke sana.

Buat repository GitHub

  1. Login ke GitHub.
  2. Pilih membuat repository baru.
  3. Beri nama yang mudah dikenali.
  4. Untuk project yang belum siap dibagikan, pilih Private.
  5. Buat repository kosong. Jangan tambahkan README atau file lain dari GitHub karena starter sudah memilikinya.
  6. Salin URL repository yang ditampilkan GitHub.

Kalau tampilan GitHub berbeda, gunakan panduan akun GitHub resmi atau cari cara membuat repository GitHub.

Minta agent menyimpan progres

Kirim:

text
Tolong periksa Git project ini dan pastikan tidak ada secret yang akan masuk kecommit. Tunjukkan ringkasan perubahan. Setelah saya menyetujui, buat commit awaldan hubungkan ke repository GitHub ini: [TEMPEL URL REPOSITORY]. Jangan pushsebelum saya menyetujuinya.

Agent mungkin meminta login GitHub melalui browser atau aplikasi. Login hanya di halaman resmi. Jangan menaruh token di file project.

Buat save point secara berkala

Setelah sebuah fitur sudah dicoba dan pemeriksaannya lulus, minta agent:

text
Periksa perubahan Git, pastikan tidak ada secret, lalu jelaskan file apa yangakan disimpan. Jika aman, buat satu commit dengan pesan yang menjelaskan hasilpekerjaan ini. Minta persetujuan saya sebelum push ke GitHub.

Commit bukan bukti fitur benar; commit hanya menyimpan kondisi project saat itu.